Minggu, 17 November 2013

Topologi Jaringan

Topologi jaringan komputer adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Dalam suatu jaringan komputer jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan komunikasi. Untuk itu maka perlu dicermati kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugian dari masing – masing topologi berdasarkan karakteristiknya.

A.Topologi Bus

Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

Karakteristik Topologi BUS• Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.
• Sangat sederhana dalam instalasi
• Sangat ekonomis dalam biaya.
• Paket-paket data saling bersimpangan pada Paket-
suatu kabel
• Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukan adalah Tconnector pada setiap ethernet card.
• Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa
berkomunikasi dalam jaringan tersebut.

Kelebihan Topologi BUS
  1. Lebih hemat kabel, karena media transmisinya hanya memakai kabel tunggal serta terpusat sehingga tidak memerlukan kabel yang banyak.
  2. Mempunyai layout kabel yang sederhana, dalam pemasangan topologi bus skema dan rancangan kabel yang dipakai sangat sederhana sehingga pemasangannya lebih mudah.
  3. Mudah dikembangkan, karena dalam pengembangan jaringan komputer baik client maupun server bisa dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu komputer lain.
  4. Biayanya lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.
Kekirangan Topologi BUS
  1. Sulit mengidentifikasi kesalahan jika jaringan mengalami gangguan.
  2. Lalu lintas data padat karena topologi bus menggunakan kabel terpusat sebagai transmisi.
  3. Jika terdapat salah satu client yang rusak, maka jaringan tidak dapat berfungsi.
  4. Sebagai penguat sinyal dibutuhkan repeater untuk jarak jauh.
  5. Bila terjadi gangguan yang terlalu serius, maka proses pengiriman data menjadi lambat karena lalu lintas jaringan penuh dan padat akibat tidak ada pengontrol User.

B. Topologi Star

Topologi Jaringan star adalah topologi jaringan yang terdapat perangkat kontrol/server sebagai pengatur dan pengendali komunikasi data. Sedangkan perangkat lainnya terhubung dengan perangkat kontrol/server sehingga pengiriman data akan melalui perangkat kontrol/server.topologi ini adalah topologi yang dianggap paling mudah,karena mudah dalam segi konfigurasi,pemasangan dan lain sebagaianya.topologi jaringan star ini pun adalah topologi yang biasanya anda lihat dipakai dalam topologi sebuah warnet,
Karakteristik Topologi Star• Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB)
• Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di broadcast keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.
• Sangat mudah dikembangkan
• Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa
berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.
• Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.

Kelebihan Topologi Star
  1. Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
  2. Tingkat keamanan termasuk tinggi.
  3. Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
  4. Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
  5. Akses kontrol terpusat.
  6. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
  7. Paling fleksibel.
Kekurangan Topologi Star
  1. Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
  2. Boros dalam pemakaian kabel.
  3. HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
  4. Terlalu penting hub sehinga ketika terdapat masalah dengan HUB maka jaringan tersebut akan down.
  5. Jaringan tergantung pada terminal pusat.
  6. Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
  7. Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.
C. Topologi Ring

Topologi Jaringan ring adalah topologi berbentu cincin,yang menghubungkan beberapa komputer dalam satu node sehingga berbentuk tampak lingkaran,topologi ini saling menghubungkan komputer dalam posisi yang sama dan kerusakan salah satu nodenya akan mengganggu transfer data ke node lainnya

Karakteristik Topologi Ring• Node-node dihubungkan secara serial di Node-sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
• Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
• Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah Paket-
(kekiri atau kekanan) sehingga collision dapat dihindarkan.
• Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam
jaringan tersebut.
• Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6)
.
Kelebihan Topologi Ring
  1. Lebih hemat kabel.
  2. Tidak akan mengalami tabrakan pengiriman data (collision), karena di satu waktu hanya satu node yang bisa mengirimkan data/ data mengalir dalam satu arah.
  3. Tidak memerlukan HUB atau Switch.
  4. Setiap komputer memiliki hak akses yang sama terhadap token sehinnga tidak ada komputer yang memonopoli jaringan.
Kekurangan Topologi Ring
  1. Peka kesalahan, tiap node pada jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga jika di suatu node ditemukan gangguan maka semua jaringan akan mengalami gangguan.
  2. Jika terjadi kerusakan di jaringan topologi ring sulit untuk diatasi.
  3. Jika Ingin menambah komputer atau mengurangi komputer dapat mengacaukan jaringan.
  4. Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.
  5. Pengembangan jaringan lebih kaku.

D. Topologi Mesh

Topologi Jaringan mesh adalah topologi istimewa,dikatakan istimewa karena topologi ini lain dari pada topologi lainnya,karena topologi ini diseusaikan dengan kebutuhan dan kemampuan dari pemiliknya,atau administratornya ,topologi ini dipakai pada jaringan yang memiliki sedikit client dan biasanya topologi ini langsung dihubungkan dengan perangkat jaringan.

Karakteristik Topologi Mesh• Topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan-peralatan peralatan- yang ada.
• Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama lain.
• jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubu

Kelebihan Topologi Mesh
  1. Proses pendeteksian dan pengisolasian kesalahan pada jaringan bisa dilakukan dengan mudah karena konfigurasi jaringan menggunakan sistem point to point.
  2. Data di hantarkan melalui jalur dedicated sehingga privasi dan keamanan terjaga.
  3. Apabila terjadi ganguan diantara 2 jalur maka yang terkena imbasnya hanya jalur yang bersangkutan saja, sedangkan secara keseluruhan jaringan tidak terpengaruh.
Kekurangan Topologi Mesh
  1. Jaringan ini tidak praktis.
  2. Membutuhkan banyak kabel dan port.
  3. Membutuhkan biaya yang relatif mahal.
  4. Proses instalasi lebih rumit dan ruang yang diperlukan lebih besar.
E. Topologi Tree

Topologi Jaringan tree adalah topologi yang berbentu pohon,yang memiliki satu server dan clientnya di gabungkan melalui node node pade kabel,dan jika salah satu client dibagian tengah terganggu maka client yang berada dibawah client yang bermasalah tersebut akan ikut bermasalah juga.

Kelebihan Topologi Tree
  1. Scalable, level-level dibawah level utama dapat menambahkan node baru dengan mudah.
  2. Koneksi terjadi secara point to point.
  3. Manajemen mudah karena mudah melakukan identifikasi dan isolasi kesalahan dalam jaringan.
  4. Mudah di kembangkan.
Kekurangan Topologi Tree
  1. Pada area yang luas sulit untuk melakukan perawatan jaringan.
  2. Karena topologi ini adalah varian dari topologi BUS maka jika kabel backbone (kabel utama penyedia arus data) rusak maka seluruh jaringan akan down).
  3. Dapat terjadi tabrakan file data (collision).
  4. Lebih sulit untuk mengkonfigurasi dan memasang kabel dari pada topologi lain.
  5. Jika salah satu node rusak, maka node yang berada di jenjang bagian bawahnya akan rusak.
  6. Kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar